Charlotte’s Web

IMG-20130729-00973

Judul: Charlotte’s Web (Laba-laba dan Jaring Kesayangannya)

Pengarang: E.B. White

Alih Bahasa: Dina Begum

Penerbit: Dolphin

Bahasa: Indonesia

Tebal: 239 halaman

Sinopsis:

Wilbur adalah seekor babi yang terlahir sangat kecil. Ia hendak dibunuh pemiliknya karena tak laku dijual. Tetapi ia berhasil diselamatkan Fern, gadis kecil pendiam yang memahami bahasa binatang. Jalan takdir membawa Wilbur tinggal di sebuah lumbung besar, berteman dengan seekor laba-laba cantik bernama Charlotte.

Wilbur tiba-tiba galau saat mendengar nasib yang akan menimpanya: disembelih pada perayaan Natal. Charlotte berusaha menyelamatkan Wilbur dari kematian. Dengan benang-benang sutranya, ia memintal tulisan “Babi Hebat” di tengah-tengah jaringnya. Petani dan masyarakat sekitar dibuat geger. Mereka menganggap Wilbur babi yang dianugerahi mukjizat. Wilbur mendadak terkenal, Charlotte sama sekali tak dikenal. Tetapi karena cinta, Charlotte merasa bahagia ketika melihat sahabatnya bahagia.

Review:

“Saya belum pernah mendengar binatang mengatakan sesuatu. Tapi itu bukan berarti mereka pasti tidak mengatakan apa-apa.” (p.145)

Kisah fabel klasik ini dimulai saat Fern memohon pada Ayahnya, John Arable untuk tidak membunuh bayi babi peliharaan keluarga mereka yang terlahir sangat kecil yang disangka akan menyusahkan jika dibiarkan hidup. John Arable mengabulkan permohonan putrinya dan membawa babi kecil itu (yang akhirnya dinamai Wilbur) ke rumah untuk dipelihara Fern.

Fern sangat menyayangi Wilbur. Gadis kecil itu memenuhi tanggung-jawabnya dengan baik untuk mengurus Wilbur dengan tidak pernah lupa memberi sebotol susu hangat tiga kali setiap hari. Fern juga senang mengajak Wilbur bermain dan babi itu dengan setia akan mengikuti Fern kemana saja.

Tetapi setelah Wilbur berumur lima minggu, John Arable bersikeras bahwa Wilbur sudah cukup besar dan harus dijual. Fern terus menangis menolak keputusan ayahnya karena tidak ingin berpisah dengan Wilbur. Ibunya akhirnya memberi titik tengah dengan menyarankan untuk menjual babi itu kepada keluarga Zuckerman, kerabat mereka, sehingga Fern nantinya masih bisa bertemu dengan Wilbur.

Di tempat tinggal barunya, Wilbur mendapat bagian di sisi lumbung bagian selatan tepat di bawah kandang sapi, tempat yang hangat dan nyaman untuk seekor babi. Hari-hari pertamanya di sana Wilbur merasa kesepian, binatang-binatang lain disana tidak ada yang mau bermain dengannya sedangkan Fern hanya boleh menungguinya dari luar dan tidak boleh membawanya bermain keluar kandang. Di tengah keputus-asaannya karena bosan dan kesepian, Wilbur bertemu dengan Charlotte, seekor laba-laba cantik yang bersedia menjadi sahabatnya. Charlotte sangat baik, pandai berbicara dan sabar.

“Tidak setiap hari kita kedatangan seseorang yang bisa menjadi teman sekaligus penulis yang baik.” (p.238)

Suatu hari Wilbur yang polos mendengar dari salah satu domba di lumbung itu bahwa dengan bobotnya yang semakin bertambah gemuk seperti itu Wilbur akan disembelih saat Natal nanti, dibuat daging asin renyah dan ham asap. Wilbur menjadi ketakutan dan panik sekali medengar hal itu. Dia mondar-mandir, membanting tubuhnya kesana kemari, dan menangis tersedu-sedu. Charlotte yang menyayangi Wilbur berjanji untuk membantu babi itu agar tidak disembelih.

Dan Charlotte memenuhi janjinya. Dia membuat jaring laba-laba di atas pintu masuk pekarangan Wilbur. Bukan jaring laba-laba biasa, tapi jaring laba-laba dengan tulisan ‘Babi Hebat’ di tengahnya. Mr dan Mrs Zuckerman serta Lurvy dibuat tercengang dengan keanehan yang terjadi di lumbungnya. Mr Zuckerman segera pergi ke kota untuk menceritakan hal tersebut pada pendeta dan memohon penjelasan yang masuk akal. Tak butuh waktu lama, berita tentang babi ajaib itu menyebar ke seluruh kota. Semua orang datang berbondong-bondong untuk melihat Wilbur dan jaring laba-laba yang ajaib.

Ketika semua orang bosan dengan keajaiban di lumbung Zuckerman, Charlotte membuat lagi jaring yang sama dengan tulisan yang berbeda, ‘Dahsyat’. Dan juga slogan lain lagi setelah jaringnya menipis dan kabur terbawa angin, ‘Cemerlang’. Hingga waktunya Pekan Raya tiba, Wilbur yakin jika dia bisa terus membuat Mr Zuckerman terkesan dan dia bisa memenangkan hadiah disana maka dia tidak akan disembelih. Charlotte membantu Wilbur dengan membuatkan jaring terakhirnya di kandang Wilbur di Pekan Raya. Babi itu berhasil mengalahkan babi lain yang lebih gemuk dan menggemaskan di Pekan Raya itu dan mendapatkan hadiah uang juga medali.

Dengan segala keajaiban dan mukjizat yang diciptakan oleh Charlotte, sudah dipastikan setelah ini Wilbur tidak akan disembelih karena dia terlalu berharga untuk keluarga Zuckerman.

“Lagi pula, apa sih sebenarnya hidup ini? Kita lahir, kita hidup untuk sementara waktu, lalu kita mati. Dengan membantumu, mungkin aku bisa meningkatkan derajat kehidupanku sedikit. Yang Kuasa tahu, kehidupan siapa pun akan lebih baik jika derajatnya terangkat.” (p.213)

Charlotte’s Web bukan hanya cerita klasik anak-anak yang sederhana dan cantik, tapi di dalamnya tersimpan banyak sekali pesan moral yang bagus untuk diajarkan tidak hanya pada anak-anak tapi juga segala usia. E.B. White menuliskan pelajaran berharga mengenai persahabatan, pengorbanan, dan sikap rendah hati yang kental sekali di dalam buku ini. Tidak hanya dicerminkan lewat sosok seekor Charlotte, namun juga dari seluruh tokoh di buku ini yang saya rasa memiliki peran masing-masing dalam menyampaikan pesan moral yang baik.

Kisah dalam buku ini juga dibuatkan versi gamenya dan diadaptasi menjadi film beberapa kali. Pertama kali dibuat pada tahun 1973, dan 2003 sebagai sekuel dari film pertamanya. Lalu dibuat lagi versi terbarunya pada tahun 2006 dengan dibintangi Dakota Fanning sebagai Fern Arable.

220px-EB_cropped

Elwyn Brooks White atau yang lebih dikenal sebagai E.B. White adalah seorang penulis asal Amerika. Charlotte’s web merupakan salah satu buku anak-anak miliknya yang berhasil meraih berbagai penghargaan selain dua buku lain yang juga terkenal, Stuart Little (1945) dan The Trumpet of The Swan (1970). Buku ini sendiri dipublikasikan pertama kali pada tahun 1952 dan telah diterjemahkan ke dalam 23 bahasa dengan hasil penjualan lebih dari 45 juta kopi. Di tahun 1970, buku ini membawa White memenangkan Laura Ingalls Wilder Medal (sebuah penghargaan utama di bidang sastra anak yang dikhususkan untuk buku anak yang diterbitkan di US).

Rating: 4,5/5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s