Vampire Academy (A Graphic Novel)

8643220

Title: Vampire Academy

Author: Richelle Mead

Publisher: Razorbill

Language: English

Pages: 72 pages

Sinopsis:

Only a true best friend can protect you from your immortal enemies…

Lissa Dragomir is a Moroi princess: a mortal vampire with a rare gift for harnessing the earth’s magic. She must be protected at atll times from the Strigoi, the fiercest vampire—the ones who never die. The powerful blend of human and vampire blood that flows through Rose Hathaway, Lissa’s best friend, makes her a dhampir. Rose is dedicated to a dangerous life of protecting Lissa from Strigoi, who are hell-blent on making Lissa one of them.

Review:

With the total of pages are only 72, this book absolutely not going to load all of the whole story. But even though this is like a short version of the original story, there’s simply no differences about the plot. They didn’t wrote back parts of the story completely, yes, but each of the main story itself remains built well and clearly. I’m even sure readers who haven’t read the original story though, would still be able to understand all the storyline well.

The story begins when Rose Hathaway had a dream about her connection with Lissa Dragomir. This part was ilustrated on the first page when Rose was standing alone in the middle of the lake (the ilustration itself nearly looks like a lake than a sea—this oppening part described different with the original story, where Rose is on the beach with hot guy). Continue reading

Advertisements

Charlotte’s Web

IMG-20130729-00973

Judul: Charlotte’s Web (Laba-laba dan Jaring Kesayangannya)

Pengarang: E.B. White

Alih Bahasa: Dina Begum

Penerbit: Dolphin

Bahasa: Indonesia

Tebal: 239 halaman

Sinopsis:

Wilbur adalah seekor babi yang terlahir sangat kecil. Ia hendak dibunuh pemiliknya karena tak laku dijual. Tetapi ia berhasil diselamatkan Fern, gadis kecil pendiam yang memahami bahasa binatang. Jalan takdir membawa Wilbur tinggal di sebuah lumbung besar, berteman dengan seekor laba-laba cantik bernama Charlotte.

Wilbur tiba-tiba galau saat mendengar nasib yang akan menimpanya: disembelih pada perayaan Natal. Charlotte berusaha menyelamatkan Wilbur dari kematian. Dengan benang-benang sutranya, ia memintal tulisan “Babi Hebat” di tengah-tengah jaringnya. Petani dan masyarakat sekitar dibuat geger. Mereka menganggap Wilbur babi yang dianugerahi mukjizat. Wilbur mendadak terkenal, Charlotte sama sekali tak dikenal. Tetapi karena cinta, Charlotte merasa bahagia ketika melihat sahabatnya bahagia.

Review:

“Saya belum pernah mendengar binatang mengatakan sesuatu. Tapi itu bukan berarti mereka pasti tidak mengatakan apa-apa.” (p.145)

Kisah fabel klasik ini dimulai saat Fern memohon pada Ayahnya, John Arable untuk tidak membunuh bayi babi peliharaan keluarga mereka yang terlahir sangat kecil yang disangka akan menyusahkan jika dibiarkan hidup. John Arable mengabulkan permohonan putrinya dan membawa babi kecil itu (yang akhirnya dinamai Wilbur) ke rumah untuk dipelihara Fern.

Fern sangat menyayangi Wilbur. Gadis kecil itu memenuhi tanggung-jawabnya dengan baik untuk mengurus Wilbur dengan tidak pernah lupa memberi sebotol susu hangat tiga kali setiap hari. Fern juga senang mengajak Wilbur bermain dan babi itu dengan setia akan mengikuti Fern kemana saja.

Tetapi setelah Wilbur berumur lima minggu, John Arable bersikeras bahwa Wilbur sudah cukup besar dan harus dijual. Continue reading

Never Let Me Go (Jangan Lepaskan Aku)

IMG-20130813-00989

Judul: Never Let Me Go (Jangan Lepaskan Aku)

Pengarang: Kazuo Ishiguro

Alih Bahasa: Gita Yuliani K.

Penerbit: GPU

Bahasa: Indonesia

Tebal: 358 halaman

Sinopsis:

Dari luar, Hailsham tampak seperti sekolah asrama Inggris yang menyenangkan, juah dari sentuhan kota besar. Murid-muridnya terpelihara dengan baik, diajari seni, olahraga, dan ilmu pengetahuan. Namun anehnya mereka sama sekali tidak dibiarkan berhubungan dengan dunia di luar asrama mereka.

Kathy, yang kini sudah dewasa, mengenang kembali masa-masanya di Hailsham. Ingatannya tentang persahabatannya dengan Ruth dan Tommy, teman masa kanak-kanaknya di asrama tersebut, membuka berbagai rahasia di balik dinding Hailsham. Di sanalah manusia dikloning agar bisa menyediakan organ-organ yang dibutuhkan oleh penduduk dunia luar yang sakit.

Review:

Persahabatan Kathy, Ruth, dan Tommy masing-masing dimulai saat mereka semua sama-sama menjalani kehidupan (atau praktisnya mereka menyebutnya bersekolah) di dalam sebuah institusi besar bernama Hailsham di Inggris. Semasa kecil Tommy tidak punya seorang pun teman karena dia tidak punya satu karya pun yang bagus ditambah perangai buruknya yang mudah sekali tersulut amarah. Dan karena sifat pemarah Tommy yang tidak bisa terkontrol ini teman-temannya (tidak hanya anak laki-laki saja tapi juga perempuan) justru suka menggoda dan menjahilinya hingga marah dan semua orang akan menertawakannya setelah itu. Hanya Kathy saja yang berani mendekati Tommy dan memberi teguran yang benar pada bocah lelaki itu. Tommy yang merasa diperlakukan seperti seorang teman oleh Kathy, membalas gadis itu dengan bersikap sebaik mungkin, hingga akhirnya mereka berdua sering berbicara dan berteman.

Lain halnya dengan Kathy dan Ruth yang memulai persahabatan mereka dengan sebuah klub ‘pengawal rahasia’ milik Ruth yang dibentuk untuk melindungi Miss Geraldine. Continue reading

BLISS (THE BLISS BAKERY #1)

IMG-20130330-00752

Judul: Bliss (The Bliss Bakery #1)

Pengarang: Kathryn Littlewood

Alih Bahasa: Nadia Mirzha

Penerbit: Mizan Fantasi

Bahasa: Indonesia

Tebal: 308 halaman

Sinopsis:

Musim panas itu, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkuk adonan dan semakin yakin bahwa orangtuanya menggunakan sihir di Toko Roti Bliss. Rahasianya ada pada sebuah buku resep Bliss Cookery Booke.

Namun, apa jadinya jika Rose dan Ty memutuskan bereksperimen denga beberapa resep saat orangtua mereka pergi? Yah, beberapa Muffin Asmara dan Cookies Kebenaran sepertinya tak akan menimbulkan masalah, bukan? 

Review:

Rosemary Bliss adalah anak kedua dari pasangan Purdy dan Albert Bliss. Kakaknya, Ty, seorang pemuda tampan mendekati sempurna yang seluruh orang bilang masa depannya sudah terjamin bakal cerah. Adiknya, Sage, memiliki bakat humor yang bisa melenyapkan kegusaran dalam sekejap. Dan adik bungsunya, Leigh, adalah makhluk tercantik dan paling menggemaskan yang bisa kau temui. Malangnya, hanya karena Rose kurang beruntung untuk tidak mendapatkan pahatan wajah cantik atau lekukan tubuh molek, dia menjadi agak diabaikan oleh tetangga-tetangganya, seorang pemuda anak pemilik Toko Donat Stetson yang ditaksirnya, bahkan kedua orang tuanya sendiri! Padahal dia adalah satu-satunya penghuni rumah itu yang rajin membantu di toko roti tanpa pernah mengeluh, dan tidak pernah membantah saat disuruh membelikan bahan-bahan dapur yang super banyak.

Tapi menurutnya semua kerja kerasnya itu tidak cukup baik di mata orang tuanya untuk balas memberinya perhatian yang lebih, apalagi tanggung jawab untuk diperbolehkan membuat kue dari buku resep ajaib milik keluarga mereka. Continue reading

THE TIME KEEPER (SANG PENJAGA WAKTU)

IMG-20130330-00755

Judul: The Time Keeper – Sang Penjaga Waktu

Pengarang: Mitch Albom

Alih Bahasa: Tanti Lesmana

Penerbit: GPU

Bahasa: Indonesia

Tebal: 312 halaman

Sinopsis:

Dari penulis yang telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia dengan buku-bukunya, Tuesdays with Morrie dan The Five People You Meet in Heaven, kini hadir novel terbarunya, The Time Keeper—fabel tentang manusia pertama yang menghitung waktu di bumi. Orang yang kelak menjadi sang Penjaga Waktu.

Dialah pencipta jam pertama di dunia. Dia dihukum karena mencoba mengukur anugerah terbesar dari Tuhan, diasingkan ke dalam gua hingga berabad-abad dan dipaksa mendengarkan suara orang-orang yang minta diberi lebih banyak waktu. Lalu dia kembali ke dunia kita, dengan membawa jam pasir ajaib dan sebuah misi: menbus keslaahannya dengan mempertemukan dua manusia di bumi, untuk mengajarkan makna waktu pada mereka.

Review:

Dor, seorang lelaki dari masa lalu, merupakan orang pertama di bumi yang memiliki minat sangat besar terhadap penghitungan. Sepanjang hidupnya yang bisa dikerjakannya hanyalah menghitung apapun yang bisa dihitungnya, membuat angka-angka, menandai saat-saat penting dalam hidupnya menggunakan fenomena alam, melakukan pengukuran, dan sisanya melamun memikirkan semua hal itu. Bahkan setelah dia menikah dengan Alli dan memiliki tiga orang anak, Dor tidak berhenti melakukan segala percobaannya tentang ukuran. Hal itu membuat dirinya dicap sebagai orang yang aneh dan oleh orang tuanya selalu dibanding-bandingkan dengan sosok Nim, teman semasa kecilnya bertiga bersama Alli dulu yang sekarang telah sukses menjadi Raja. Sama sekali tidak mempedulikan hal itu, Dor tetap serius dengan percobaannya sendiri yang mula-mula hanya sebatas menghitung ini-itu, berlanjut dengan rasa penasaraannya untuk mengukur perjalanan matahari dengan tongkat kayu, lamanya kegelapan dengan tetes-tetes air dari mangkuk berlubang yang tertampung dalam mangkuk lain di bawahnya, hingga ukuran waktu yang lebih panjang yang dia tandai berdasarkan perubahan bentuk bulan.

Melihat pengetahuan Dor yang tidak biasa, Nim meminta Dor untuk membantunya membangun Menara Nim agar dia bisa naik ke langit dan mengalahkan dewa-dewa. Continue reading