Paper Towns

18690890 (1)

Title: Paper Towns

Author: John Green

Publisher: Bloomsbury

Language: English

Pages: 307 pages

Sinopsis:

Quentin has always loved Margo Roth Spiegelman, for Margo (and her adventures) are the stuff of legend at their high school. So when she one day climbs through his window and summons him on an all-night road trip of revenge he cannot help but follow.

But the next day Margo doesn’t come to school and a week later she is still missing. Q soon learns that there are clues in her disappearance… and they are for him. But as he gets deeper into the mystery – culminating in another awesome road trip across America – he becomes less sure of who and what he is looking for.

Review:

“Margo always loved mysteries. And in everything that came afterward, I could never stop thinking that maybe she loved mysteries so much that she became one.” (p.16)

Quentin ‘Q ‘ Jacobsen loved Margo Roth Spiegelman since that girl moved into his neighbour. Margo has the all of unique characteristic Quentin fall for her. He thinks that Margo is an amazing girl because she was different in any case as compared with the other girls. She’s stunning, eccentric, and has unexpected different way of thinking. These things became the reason why Quentin has a great interest towards Margo. For Quentin , Margo is an complicated adventure with puzzles that he could never guess before. They both became good friends when they were child . But the thing’s slowly changing as they growing older. Margo became a popular girl. While the nerd Quentin felt himself getting too far away to be able to reach Margo.

“That’s always seemed so ridiculous to me, that people want to be around someone because they’re pretty. It’s like picking your breakfast cereals based on color instead of taste.” (p.42)

Continue reading

Gone Girl

gone girl

Title: Gone Girl

Author: Gillian Flynn

Publisher: Crown Publishers

Language: English

Pages: 560 pages

 

Sinopsis:

Marriage can be a real killer.

On the morning of their fifth wedding anniversary, Nick’s wife, Amy, has disappeared. Nick is weak, Nick is a liar, and maybe he’s not the very best of husbands—but is he a killer? Amy’s diary reveals turmoil over their marriage, strange sicknesses, and her deep wish to be a mother—but is she telling the whole story? As the evidence slowly mounts, and the police investigation deepens, Nick is incriminated in horrible ways. He swears he didn’t murder his beautiful wife and goes on the offensive to clear his name. The mystery of Amy’s disappearance only gets more tangled as secret unfurl from the web of their knotty marriage, and it becomes clear that something may have happened more disturbing than death.

Review:

Well, I think I will starting this one with ‘Ouch, I’m not sure about this’ and ‘No, please, not me…’

That’s, uhm, such an expressions of doubt and inability which is has no relevance even a bit with the contents of this book, but about myself.

Since I don’t have the courage to make a review of the books which I think contains of an amazing stories, so I never once even tried. It’s because I was too afraid about what I will write down couldn’t really be able to show how high my feelings for the book, or how I wasn’t sure can reveal the whole part of an amazing story that I want to express, or also I really wasn’t sure how to convince others that this book is really worth to read. It was all because I haven’t find a way (or don’t believe in myself) how to create a promotional words that will reflect the greatness of the book itself. So sometimes when a friends of mine pointed at some books that arranged into one of my shelf’s column and asked about whether it was good or not, then usually I just said ‘That’s a great book. Very worth to read and enough to makes you amazed or learning something’. And when they asked more about how’s the story goes, what’s the topic about, and such thing, I just gave them some major clues until they seems interested to read (without outspokenly spoiler, of course). And at the end, I said again ‘Just read it. That’s a great book, I say’. But I think a lot of it did never worked, it because perhaps I’m not seems like believable person. :))

The point is, make a review from the outstanding masterpiece was ver, very, very difficult thing to do and inconceivable stressful. But for reason that the review I have to make here is one of the series from end year event I had—Secret Santa, so however I need to make a report about the results from reading the book. Since this book is very amazing, so it’s hard, absolutely. But I will try my best for this. Continue reading

Notasi

IMG_1454

Judul: Notasi

Pengarang: Morra Quatro

Penerbit: GagasMedia

Bahasa: Indonesia

Tebal: 294 halaman

Sinopsis:

Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dia melihat pelangi di langit utara Pogung. Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.

Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.

Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi. Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dalam harap. Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya. Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu….

Review:

Selama ini, saya pribadi memang belum pernah mencoba untuk tertarik mencicipi hasil karya Morra Quatro. Tapi dengan rating yang lumayan  tinggi dan rasa penasaran atas komentar-komentar pembaca lain yang mengatakan bahwa di buku ketiganya ini peristiwa ’98 silam benar-benar terasa sekali, akhirnya saya tergerak untuk membeli buku ini. Dan tak mengelak, rasa penasaran saya terpuaskan dengan baik tanpa harus lebih dulu sampai di lembar akhir. Ya, Morra Quatro telah berhasil mengangkat atmosfer pemberontakan, kelicikan, ketakutan, penindasan, hati nurani, dan berbagai aroma kerasnya kehidupan di jaman itu. Sebuah latar belakang yang apik untuk sebuah kisah cinta sederhana yang tak usai dan kehidupan para mahasiswa yang begitu khasnya.

Kisah dimulai dengan kunjungan Nalia ke Fakultas Teknik Elektro dengan maksud akan memakai jasa publikasi radio mereka untuk sebuah kegiatan festival karya tulis ilmiah milik BEM Kedokteran Gigi. Continue reading

Milana

IMG-20130910-01005

Judul: Milana: Perempuan yang Menunggu Senja

Pengarang: Bernard Batubara

Penerbit: GPU

Bahasa: Indonesia

Tebal: 192 halaman

Sinopsis:

Kali ini saya sudah tahu namanya, Milana. Ia bercerita mengapa ia melukis senja. Dan mengapa ia selalu melakukannya di atas feri yang menyeberangi Selat Bali, dari Banyuwangi ke Jembrana. Ia sedang menunggu kekasihnya. Ia yakin suatu saat kekasihnya akan datang ke tempat ia menunggu. Ia tidak tahu kapan. Ia berkata kepada saya bahwa ia bukan saja yakin, tapi ia tahu, kekasihnya itu akan datang kepadanya.

Namun, belakangan saya baru sadar, Milana sedang menunggu seseorang yang tiada.

Review:

Buku ini memuat lima belas cerita pendek yang ditulis oleh Bara. Seperti biasa, disini Bara datang lewat tulisan-tulisannya yang khas, gaya berceritanya yang mendayu, dan pemaparan yang (kita semua wanita tahu) ‘merayu’, uhm well…

Karena ini kumpulan cerita pendek, saya hanya akan mengulas sebuah cerita yang saya pikir paling menarik untuk saya; Beberapa Adegan yang Tersembunyi di Pagi Hari.

Kisah ini menceritakan tentang kisah cinta yang terjadi pada penghuni semesta. Benar, penghuni-penghuni semesta. Ratusan elemen kompleks yang hidup—tapi tidak terlalu diperhatikan oleh kebanyakan dari kita sehingga dianggap sebagai sesuatu yang mati, yang dimana oleh Bara masing-masing disulap untuk menghasilkan tautan kisah cinta yang manis dan unik.

Ini mengenai daun yang mencintai matahari karena hangatnya. Continue reading

BLISS (THE BLISS BAKERY #1)

IMG-20130330-00752

Judul: Bliss (The Bliss Bakery #1)

Pengarang: Kathryn Littlewood

Alih Bahasa: Nadia Mirzha

Penerbit: Mizan Fantasi

Bahasa: Indonesia

Tebal: 308 halaman

Sinopsis:

Musim panas itu, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkuk adonan dan semakin yakin bahwa orangtuanya menggunakan sihir di Toko Roti Bliss. Rahasianya ada pada sebuah buku resep Bliss Cookery Booke.

Namun, apa jadinya jika Rose dan Ty memutuskan bereksperimen denga beberapa resep saat orangtua mereka pergi? Yah, beberapa Muffin Asmara dan Cookies Kebenaran sepertinya tak akan menimbulkan masalah, bukan? 

Review:

Rosemary Bliss adalah anak kedua dari pasangan Purdy dan Albert Bliss. Kakaknya, Ty, seorang pemuda tampan mendekati sempurna yang seluruh orang bilang masa depannya sudah terjamin bakal cerah. Adiknya, Sage, memiliki bakat humor yang bisa melenyapkan kegusaran dalam sekejap. Dan adik bungsunya, Leigh, adalah makhluk tercantik dan paling menggemaskan yang bisa kau temui. Malangnya, hanya karena Rose kurang beruntung untuk tidak mendapatkan pahatan wajah cantik atau lekukan tubuh molek, dia menjadi agak diabaikan oleh tetangga-tetangganya, seorang pemuda anak pemilik Toko Donat Stetson yang ditaksirnya, bahkan kedua orang tuanya sendiri! Padahal dia adalah satu-satunya penghuni rumah itu yang rajin membantu di toko roti tanpa pernah mengeluh, dan tidak pernah membantah saat disuruh membelikan bahan-bahan dapur yang super banyak.

Tapi menurutnya semua kerja kerasnya itu tidak cukup baik di mata orang tuanya untuk balas memberinya perhatian yang lebih, apalagi tanggung jawab untuk diperbolehkan membuat kue dari buku resep ajaib milik keluarga mereka. Continue reading